CARI MP3 KAJIAN, EBOOK, TUTORIAL PEMROGRAMAN PHP, MATERI KULIAH DATABASE, DLL

Loading

February 8, 2010

Installing Memcache PHP Extension in Mandriva

Didalam Katagori: Uncategorized, PHP, LinuX, Apache, htaccess, Web Server

one of the requirements if you are using YIIFramework is memcache php extension. maybe there still more the requirements of any script or php application that run behind server side programming.

and this tutorial was tested on apache server, and I dont know if you want to apply to the other server because I try it yet.

ok just one command that you have to type in console.

just

# urpmi php-memcache

installing php memcache extension on mandriva
this very quite simple step, right?
and you have to know that this tutorial was succeed on my server because, I install php, apache and mysql (server) trough this way http://di2n.blogsome.com/2009/12/29/install-php-mysql-apache2-di-mandriva-linux/ Im don’t use lampp server. but I install it manually.

OK overall, thanks and hope this Will helpfully

Comments (0)

February 5, 2010

memproteksi accessable direktori dengan htaccess

Didalam Katagori: Uncategorized, PHP, Apache, htaccess, Web Server

dalam mendevelop aplikasi berbasis web mungkin akan ada banyak directory yang anda buat disana. bahkan karena banyaknya directory/ folder yang dibuat sampe lupa kita gak buatkan sekalian file "index.html atau index.php" yang fungsinya untuk menutupi isi folder yang bersangkutan.

gak mungkin kan kalo kita tambahin manual satu-satu setiap folder??!! bayangkan! misal aplikasi anda mengandung 2000 folder yang belum dicover, apa jadinya???

untuk mengatasi hal ini, kita bisa menggunakan htaccess.

oke kita langsung ke praktek saja:

buat file yang bernama .htaccess  (biasanya kalo dari windows explore tidak diizinkan membuat file ini) bisa disiasati melalui command form (CMD)

setelah itu tambahkan beberapa baris kode:

#setting rewriteEngine menjadi on (aktif)
RewriteEngine On
# baris dibawah ini fungsinya untuk ngecek apakah URL yang diminta itu berupa folder dan ada dalam server?
# kalau ada maka lanjutkan proses dibawahnya
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -d
# selanjutnya RewriteRule dibawah berfungsi untuk me-routing request URL ke file index.php JIKA url yang diminta berupa folder dan ada # dalam server
RewriteRule ^(.*)$ index.php [L]
# dari sintax RewriteRule anda melihat [L] dibagian akhir, itu artinya proses akan diakhiri

 

 oke, mungkin segitu dulu. semoga bisa membantu :D

Comments (0)

February 1, 2010

Membuat Pluggin JQuery Sendiri

Didalam Katagori: Uncategorized, JQuery

Bismillah.

JQuery adalah salah satu framework javascript yang mendukung pluggin dengan sangat mudah. saking mudahnya kita bahkan bisa membuat pluggin sendiri, kali ini saya mencoba membuat jQuery pluggin yang sangat super simple banget :D , yang sebenarnya orintasinya hanya untuk memudahkan pemahaman kita saja.

Pluggin yang akan dibuat ini hanya bisa mengubah warna huruf dan ukuran font saja, selebihnya nanti anda bisa modif sendiri.

untuk langkah pertama kita bisa membuat JavaScript Anonymouse Function

(function($){

})(jQuery);

script diatas, kurang lebih fungsinya untuk membinding function ke dalam variable jQuery dimana variable jQuery merupakan sebuah object yang sebelumnya sudah dideklerasikan.

setelah itu tambahkan lagi script berikut

$.fn.opo = function(options){}

disitu $.fn.opo artinya nama function dalam plugin yang dibuat, dalam contoh kali ini saya kasih nama OPO aja, he.he..

sehingga hasilnya kurang lebih seperti ini:

 

(function($){
   

    $.fn.opo = function(options){

    }

})(jQuery);

 kemudian kita tambahkan lagi parameter pluggin yang kita buat, lalu jangan lupa buat sebuah nilai default untuk pluggin tersebut, misalnya:

 var defaults = {
       size:12,
       color:’#000′
 };
        
 options = $.extend(defaults,options);

 var defaults artinya membuat sebuah variable, dan disitu saya contohkan ada dua atribut

  1.  size (untuk ukuran font) defaultnya 12px
  2. color (untuk warna font) defaultnya hitam (#000)

kemudian tambahkan juga options = $.extend(defaults,options); fungsinya untuk membinding nilai default yang tadi kita buat kedalam object jQuery.

sehingga hasilnya kurang lebih seperti ini:

(function($){   

    $.fn.opo = function(options){

       var defaults = {
         size:12,
         color:’#000′
       };
        
       options = $.extend(defaults,options);

    }

})(jQuery);

 dan langkah terakhir kita buat script untuk melakukan proses utama

   return this.each(function(){
        obj = $(this);
        obj.css(’font-size’,options.size).css(’color’,options.color);
   });

 sehingga hasil akhirnya :

(function($){    

    $.fn.opo = function(options){

          var defaults = {
            size:12,
            color:’#000′
          };
        
          options = $.extend(defaults,options);

          return this.each(function(){
              obj = $(this);
              obj.css(’font-size’,options.size).css(’color’,options.color);
          }); 

    }

})(jQuery);

pluggin opo yang kita buat mengembalikan fungsi each(), dia akan mengulang proses sesuai dengan object yang dipilih. misalkan $(’p.tebal’).each(/*some script buat nebalin*/); maka dia akan menebalkan setiap tag p yang nama class-nya "tebal".

untuk selanjutnya kita bisa membuat sebuah file html. lalu isikan file tersebut dengan script dibawah ini, kita testing apakah pluggin berjalan dengan baik?

<html>
<head>
<title>Testing Bikin Pluggin JQuery Sendiri</title>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1">
<script type="text/javascript" src="http://code.jquery.com/jquery-latest.min.js"></script>

<script type="text/javascript">

(
  function($){
    $.fn.opo = function(options){
        
        var defaults = {
          size:12,
          color:’#FFCCFF’
        };
        
        options = $.extend(defaults,options);
        
        return this.each(function(){
            obj = $(this);
            obj.css(’font-size’,options.size).css(’color’,options.color);
        });
    }
  }
)(jQuery);

jQuery(document).ready(function(){
    jQuery(’div#50merah’).opo({size:50,color:’red’});
    jQuery(’div#12biru’).opo({color:’blue’});
});

</script>

</head>
<body>

<div id="50merah">
     ini warna merah dan ukurannya 50px
</div>

<div id="12biru">
    ini warna biru dan ukurannya 12px
</div>

</body>

</html>

di browser saya tampil seperti ini

Screenshootnya ini 

 bagaimana dengan browser anda? :D
 mohon koreksinya ya… :)

Comments (0)

January 26, 2010

Memahami SQL JOIN Jilid - 3 (INNER JOIN)

Didalam Katagori: Uncategorized, SQL

Masih bahasan sebelumnya tentang INNER JOIN,

Misal kita ingin mendapatkan laporan yang sederhana, jelas dan tidak ada redudansi kolom yang tampil, maka kita bisa mengkustom kolom mana saja yang akan ditampilkan, misal Bos anda cuma ingin laporan yang ditampilkan hanya terdiri dari kolom no_pinjam, nama_peminjam, dan nama buku yang dipinjam. maka bisa dituliskan scriptnya seperti dibawah ini:

dari tampilan diatas, sepertinya lebih mudah dibaca dari pada tampilan laporan sebelumnya pada tulisan yang lalu.
dari scriptnya diatas kita bisa lihat, disana ada kusomisasi filed/ kolom yang ditampilkan, pada bagian

 

SELECT b.no_pinjam, a.nama as nama_peminjam, c.nama_buku

 

ada penggunakan kata "as" disana, yang kurang lebih fungsinya untuk meng-aliaskan nama kolom ke nama lain. dalam contoh diatas, kolom "nama" pada tabel pinjam (t_peminjam) ditampilkan dengan nama kolom lain yaitu "nama_peminjam", intinya supaya hasil yang ditampilkan lebih jelas dan mudah difahami.

Sebelumnya 

Comments (0)

January 25, 2010

Memahami SQL JOIN Jilid - 2

Didalam Katagori: Uncategorized, SQL

Selanjutnya mari kita mulai kepada bahasan JOIN

INNER JOIN

Misalkan  bos anda menginginkan semua laporan peminjaman buku, buku apa yang dipinjam dan siapa yang meminjam secara keseluruhan.

 

SELECT * FROM t_pinjam INNER JOIN t_buku ON t_pinjam.kd_buku = t_buku.kd_buku;

 

 

data diatas ditampilkan berdasarkan kd_buku yang ada dalam tabel t_pinjam dan t_buku, bisa diketahui juga misal pada baris pertama, buku "Buku Belajar Blog" yang diterbitkan "Ardi" pada tahun "2002" di pinjam oleh "k001" pada tanggal "12 Januari 2010", begitu juga pada data baris kedua dan ketiga.

karena laporan diatas masih belum user friendly (alias belum diketahui secara jelas siapakah peminjam buku yang memiliki kd_peminjam "k001"?

coba perhatikan lagi script dibawah ini:

SELECT * FROM t_peminjam a INNER JOIN t_pinjam b ON a.kd_peminjam = b.kd_peminjam INNER JOIN t_buku c ON b.kd_buku = c.kd_buku ;

 

 dari kita bisa tahu bahwasanya kd_peminjam "k001" itu adalah "Didin Nurdin Ahmadi".
 satu lagi karena script diatas lumayan panjang, dan barangkali membuat kita males atau pegel2. kita bisa menggunakan pengalamatan nama table  supaya lebih simple, seperti script diatas "SELECT * FROM t_peminjam a"
t_peminjam di wakilkan dengan a, tabel t_pinjam diwakilkan dengan b, begitu juga tabel t_buku diwakilkan dengan c, tapi kalaupun tidak menggunakan pengalamatan seperti ini tidak masalah kalau memang kuat ngetiknya :D

Artikel Sebelumnya | Artikel Selanjutnya

Comments (0)

Memahami SQL JOIN

Didalam Katagori: Uncategorized, SQL

JOIN dalam SQL tentu tidak bisa dihindarkan begitu saja, karena inti dari database adalah relasi dan tidak ada relasi tanpa join.

JOIN adalah menggabungkan dua buah atau lebih table melalui elemen / atribut yang sama  yang biasanya sama dalam jenis dan tipe datanya.

Sebelumnya mari kita siapkan semua kelengkapan tutorial ini, buat dulu beberapa table dengan perintah dbawah ini:

CREATE TABLE t_peminjam (
    kd_peminjam VARCHAR(4) PRIMARY KEY,
    nama VARCHAR(40),
    alamat VARCHAR(100),
    telp VARCHAR(30)
    );

 insert data pada tabel yang sudah dibuat tadi

INSERT INTO t_peminjam VALUES 
(’k001′,’Didin Nurdin Ahmadi’,'Depok’,'021-381283′),
(’k002′,’Lionel Messi’,'Jakarta’,'021-273289′),
(’k003′,’Ronaldo’,'Bekasi’,'021-321323′);

 buat table yang kedua yaitu tabel buku

CREATE TABLE t_buku (
    kd_buku VARCHAR(4) PRIMARY KEY,
    nama_buku VARCHAR(40),
    penerbit VARCHAR(40),
    tahun VARCHAR(4)
    );

 insert juga data pada tabel buku yang barusan dibuat tadi

INSERT INTO t_buku VALUES
    (’b001′,’Buku PHP Manual’,'Grameria’,'2001′),
    (’b002′,’Buku Belajar Blog’,'Ardi’,'2002′),
    (’b003′,’Buku PHP’,'Grameria’,'2010′);

 kemudian buat tabel yang terakhir yaitu tabel pinjam:

 

CREATE TABLE t_pinjam ( no_pinjam INT(10) PRIMARY KEY, kd_peminjam VARCHAR(4), kd_buku VARCHAR(4), tgl_pinjam DATE );

 

Sekalian insert datanya juga : 

INSERT INTO t_pinjam VALUES
    (1,’k001′,’b002′,’2010-01-12′),
    (2,’k002′,’b003′,’2010-01-12′),
    (3,’k001′,’b003′,’2010-01-25′);

 ok dari semua query yang anda jalankan diatas, hasilnya kurang lebih seperti ini

 Databasaenya kurang lebih sepertin ini
gambar 1

nah sekarang, kita coba menggabungkan dua buah tabel yaitu tabel pinjam (t_pinjam) dan tabel buku (t_buku).

 

SELECT * FROM t_pinjam,t_buku WHERE t_pinjam.kd_buku = t_buku.kd_buku;

 

Screenshootnya ya
gambar 2

 

lihat hasilnya, dua buah table tersebut disatukan sehingga tampilannya seperti diatas dan mempunyai 2 kolom kd_buku yang sama isinya.

cara join diatas menggunakan klausa WHERE yang menurut saya paling mudah digunakan dibanding menggunakan JOIN. tapi bila anda masih mempunyai waktu untuk membaca artikel ini, maka anda akan belajar tentang JOIN yang sesungguhnya (yang disediakan oleh SQL sendiri :D )

Memahami SQL JOIN

Sebelum kita melanjutkan tentang pembahasan JOIN, perlu diketahui bahwa dalam MySQL, secara umum dikenal ada beberapa JOIN seperti:

  1. INNER JOIN, berfungsi menampilkan data yang ada pada semua tabel yang digabungkan. misal kalo tabel yang digabung cuma 2, maka pengertiannya, menampilkan data yang sama yang ada pada 2 tabel yang di JOIN (digabungkan).
  2. LEFT JOIN, berfungsi menampilkan data yang ada di tabel sebelah kiri
  3. RIGHT JOIN, berfungsi menampilkan data yang ada di tabel sebelah kanan

mungkin ada yang bertanya, apa maksudnya "tabel sebelah kiri" dan "tabel sebelah kanan" dalam SQL JOIN?
begini, misal kita mengabungkan dua tabel (t_buku) dan (t_pinjam)

SELECT * FROM t_pinjam INNER JOIN t_buku ON t_pinjam.kd_buku = t_buku.kd_buku

 

 kode diatas akah menghasilkan data yang sama dengan gambar 2
 perhatikan script diatas, disitu ada dua tabel, yang dimaksud tabel kiri adalah t_pinjam, sedangkan tabel kanan adalah t_buku.
 begitu juga bila kita balik script diatas menjadi

SELECT * FROM t_buku INNER JOIN t_pinjam ON t_buku.kd_buku = t_pinjam.kd_buku;

 hasilnya tetap sama, namun tabel kiri berubah menjadi (t_buku), sedangkan tabel kanan (t_pinjam).

 OK mari kita lanjutkan

Comments (0)

January 24, 2010

Action Script Basic Movement

Didalam Katagori: Uncategorized

this article just modification from great article that I found on this site

http://zawa.blogsome.com/2008/11/17/basic-movement-dan-basic-collision-pada-flash/

the main point that explained in this article is "how to making basic movement and basic collision" that usual is used for making game application.

I assumes that you have installed flash in your computer, and then open your flash and create new flash file using (action script 2.0) don’t choose action script 3.0, because it won’t work, right!

after you create flash file, try to create 2 layers, 1 layer for action script, one layer again for object / movie.

 

the requirement that you must create is:

red  circle : convert it to movie (F8) and then give the instance name with "karakter_mc"
blue circle : same with red circle just the instance name is "musuh_mc"
black block on the top: same with before object and named with "black_mc"

then write this script and put into layer 1

_root.onEnterFrame = function(){

    if(Key.isDown(Key.UP)){
        karakter_mc._y -= 3;   
        if(karakter_mc._y < 0){
            karakter_mc._y = 400;       
        }       
    }
    if(Key.isDown(Key.DOWN)){
        karakter_mc._y += 3;
        if(karakter_mc._y > 400){
            karakter_mc._y = 0;
        }
    }
    if(Key.isDown(Key.LEFT)){
        karakter_mc._x -= 3;
        if(karakter_mc._x < 0){
            karakter_mc._x = 500;
        }       
    }
    if(Key.isDown(Key.RIGHT)){
        karakter_mc._x += 3;
        if(karakter_mc._x > 500){
            karakter_mc._x = 0;
        }       
    }
   
    if(Key.isDown(Key.SPACE)){
        karakter_mc._height += 5;
        karakter_mc._width += 5;
    }
   
    if(Key.isDown(Key.CONTROL)){
        karakter_mc._height -= 5;
        karakter_mc._width -= 5;
    }
   
    if(karakter_mc.hitTest(musuh_mc)){
        if((karakter_mc._height > musuh_mc._height) && (karakter_mc._width > musuh_mc._width)){
            musuh_mc._alpha = 30;
            black_mc._width  = Stage.width;
            black_mc._height = Stage.height;
        }else{           
            karakter_mc._alpha = 30;           
            black_mc._height = 10;           
        }
    }else{
        karakter_mc._alpha = 100;
        musuh_mc._alpha = 100;
    }
};

and try to change frame rate = 50 to get smoother movement,

the button that used in this flash is:

CTRL = to make  musuh_mc smaller
space = to make karakter_mc bigger
UP Arrow= to karakter_mc move up
LEFT Arrow =  to move karakter_mc left
RIGHT Arrow =  to move karakter_mc right
DOWN Arrow =  to move karakter_mc down

I offers you flash file too :D , if you
wanna to get directly and maybe being lazy today, here you can download it.

 

Or Demo click here Demo

Comments (0)

January 20, 2010

Installing Subversion On Mandriva Linux

Didalam Katagori: Uncategorized, LinuX

Bismillah

Do you know about subversion? if no, you can know by read about it. check it out here http://en.wikipedia.org/wiki/Subversion_(software)

OK, I assump you had known about subversion , so in this section I just wanna to share about installation subversion on linux, especially Mandriva Linux.

once things that you have to know about subversion system: it is have dependecy that can be found at http://svn.collab.net/repos/svn/trunk/INSTALL in that link including how to INSTALL subversion in linux, but I guess thats way is to much and not simple :D , sorry .. but thanks for documentation

Ok ensure you have logged in as super admin or defaultly "root", and then you just follow this instruction below:

#urpmi subversion
#urpmi subversion-devel
#urpmi subversion-tools

subversion-devel & subversion tools are used as dependency, with this you get creating repo or do other things that including as admin area in subversion.

but if you not installing it , then you could not to using all of admin command, such as:
svnadmin create, svnadmin dump, svnadmin deltify, etc

Ok, now if you have read this articel, you can try out this right now :D .

Thank you for taking the time to read this article

Comments (0)

January 17, 2010

Google Map Tricks - Remove Map data ©2009 MapData Sciences Pty Ltd, PSMA

Didalam Katagori: Uncategorized, Javascript, JQuery

Bismillah,

I get difficult when customing google map for our job, when I try to use goole map there are a little difficult to customing something, such as I wanna to hide the term "Map data ©2009  MapData Sciences Pty Ltd, PSMA - ", I dont means not agree with this term, but just feel this is too long text and make my google map horrible.

So,forcedly I use some trick to hide this text,

I use jQuery to support this way,

 

Just add in at onload function

    jQuery("span:contains(’Map data’)").hide();
    jQuery("span:contains(’MapData’)").hide();
    jQuery("span:contains(’Data peta’)").hide();

 

every one that wanna use this step, I hope keep the term available in other scope, maybe take it out manual, for google terms,
If this way was not work, try to ask trough the comment from :D
 

thanks,

Good Luck

 

Comments (0)

December 30, 2009

Mengatasi Driver Sound Linux yang gak mau nyala

Didalam Katagori: Uncategorized, LinuX

Satu kata yang "Alhamdulillah linux ku udah bunyi" , semenjak melihat desktop linux yang elegan. sudah ada benih2 cinta padanya "cieeeeee…". tapi sayang di gak bisa ngomong apa2… :-( .

walaupun dia bisu aku tetap bersamanya demi sesuatu yang di miliknya yaitu Open Source dan gratis. sudah hampir 1 bulan aku masih setia bersamany hingga karena suatu hal terpaksa aku balik ke windows.

sudah banyak cara yang ku lakukan ada yang mulai nginstall kernel baru, upgrade manual, dll yang semuanya ku dapat dari google, tapi tak satupun cara itu berhasil… tanya ke forum-forum juga sudah dilakukan bahkan ikut dan tanya-tanya di forum mandriva pun sudah, tapi tetap nihil hasilnya.

akhirnya aku pasrah bersamanya walaupun dia tetap bisu.

setelah kembali bersama windows kira2 1 minggu. saya iseng nginstall lagi si linux. terus coba googling lagi dan …………………….

 

ALHAMDULILLAH.. tiba tiba JREEEENG..

linuxnya berbunyi.. walaupun suaranya masih agak-agak kecil… 

si linux namanya mandriva 2009 Spring. sedangkan si laptop namanya Compaq 510. 

spesifikasi soundnya :  Intel Corporation|82801H (ICH8 Family) HD Audio Controller
desktopnya pake versi : Gnome

ternyata cara yang ditempuh tidak terlalu rumit anda hanya perlu mendownload 3 file dibawah ini:

kernel-linus-2.6.27-0.rc8.3.1mdv-1-1mdv2009.0.i586.rpm

kernel-linus-devel-2.6.27-0.rc8.3.1mdv-1-1mdv2009.0.i586.rpm

kernel-linus-source-2.6.27-0.rc8.3.1mdv-1-1mdv2009.0.i586.rpm

di website http://rpm.pbone.net/

lalu install semuanya. setelah diinstall, restart komputer anda.

setelah nyala, lakukan konfigurasi supaya suara lebih keras

# alsamixer -c 0

ubah volume semua item ke ukuran max.
semoga cara diatas berhasil.

Comments (0)